Ibu Muda Gantung Diri Gegerkan Warga Singkarak


Rabu, 06 Januari 2016 - 03:21:42 WIB

Ibu muda beranak dua, yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga ini, pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya Sandri (17) tengah tergantung di plafon (loteng) rumah orang tuanya yang berada di sebelah rumah kediamannya.

Dari data yang dihimpun Haluan di Mapolsek Singkarak terungkap, menjelang Subuh sekitar pukul 3.30 WIB, Sandri yang tinggal serumah dengan korban terbangun dari tidurnya setelah mendengar anak korban menangis. Tak tenang dengan suara tangisan itu, Sandri lalu bangun dan menghampiri keponakannya itu. Namun dirinya tak melihat kakaknya  bersama anak-anaknya.

Melihat hal itu, Sandri yang merupakan siswi di sebuah SMA di Solok ini, lantas berinisiatif mencari kakaknya ke rumah sebelah yang merupakan rumah orang tuanya, yang kebetulan kosong karena keluarganya me­nempati rumah yang satu lagi. Namun Sandri kaget bukan ke­palang, ketika melihat melalui lombang dinding yang terbuat dari seng, kakaknya tergantung di flapon rumahnya, sementara pintu rumah itu terkunci dari dalam.

 Melihat hal itu gadis ABG ini langsung kembali ke rumah untuk membangunkan suami korban Yance Syahputra yang masih tertidur lelap. Tanpa pikir panjang mereka langsung men­dobrak pintu yang terkunci dari dalam itu dan menurunkan kor­ban dari tali gantungan dengan cara memutus tali yang meru­pakan kain gorden jendela. Jena­zah korban kemudian diletakkan di atas kasur.

 Dalam suasana kebingu­ngan, keduanya lantas memba­ngunkan warga yang ada di seki­tar rumah mereka. Mendengar kejadian itu, warga setempat langsung berhamburan dan men­datangi rumah korban. Aparat Polsek Singkarak di bawah ko­mando Kapolsek AKP Muz­hendri SH yang mendapat infor­masi adanya warga gantung diri ini, langsung mendatangi rumah korban dan melakukan olah TKP.

 Kapolres Solok Kota AKBP Tommy Bambang Irawan me­lalui Kapolsek Singkarak AKP Muzhendri menyebutkan, setelah dilakukan visum terhadap jenazah korban oleh dr Hilda dari Puskesmas Singkarak, pihaknya tidak menemukan adanya unsur kekerasan dan penganiayaan terhadap jenazah korban. “Dari hasil visum sementara, memang tidak ditemukan unsur kekerasan dalam kejadian ini, tapi kita akan kembangkan apa penyebab gantung dirinya korban,”  ujar  AKP Muzhendri didampingi kanit Reskrim IPDA Satrialis.

 Sementara suami korban Yance Syahputra yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini, ketika ditanyai oleh pihak kepo­lisian terlihat masih syok oleh kejadian yang menimpa istrinya. Dari keterangan sementara kepa­da pihak petugas, pihaknya me­ngaku tidak mengetahui penye­bab kenapa istrinya nekad meng­akhiri hidup dengan cara tragis. “Dari pengakuan sementara, selama ini mereka akur-akur saja, alias tidak pernah ribut. Namun kita tetap akan mengembangkan penyelidikan kasus ini, termasuk meminta keterangan dari warga yang menjadi tetangga korban,” jelas Muzhendri. (h/ndi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM