Warga Kuranji Keluhkan Aktivitas Truk Pasir


Rabu, 28 Oktober 2015 - 19:33:58 WIB

Truk-truk tadi, katanya, mengambil pasir atau me­lakukan aktivitas galian C di daerah Batang Kuranji. Se­mentara untuk truk pe­ng­angkut tanah gunung me­ngambil tanah di daerah Gunung  Sarik.

“Kegiatan truk pasir dan pengangkut tanah tersebut sering menyebabkan ke­macetan. Terutama, saat jam-jam sibuk dari pukul 6.00-8.00 pagi,” katanya.

Pada waktu yang dise­but tadi, katanya, jalanan mulai dari Pasar Belim­bing me­nuju Simpang Tiga Jem­batan Kuranji, hingga by pass Belimbing akan dipa­dati oleh masyarakat yang akan menuju ke da­lam kota. Baik yang ingin pergi be­kerja, atau yang akan me­ngantar anak ke sekolah.

Namun, meski punya keinginan cepat untuk sam­pai di tujuan masing-ma­sing, masyarakat tak bisa berbuat banyak dan harus rela terjebak macet, karena sejumlah truk pasir yang disebut tadi juga telah ber­aktivitas mulai dari pagi hingga malam hari.

“Kemacetan karena truk pengangkut  pasir biasanya terjadi antara Simpang Tiga Jembatan Kuranji- by pass Belimbing. Dan, yang dise­babkan oleh truk penga­ngkut tanah gunung sarik, biasanya terjadi di sekitar Pasar Balai Baru. Kegiatan mereka begitu menggangu, karena lokasi-lokasi terse­but  adalah tempat yang menjadi akses untuk warga menuju ke dalam kota,” terang Arslan.

Dituturkan Arslan lagi, ia berharap Pemko Padang bisa melihat persoalan ini sebagai suatu hal yang mesti diselesaikan.

Pemko mela­lui dinas terkaitnya diminta me­ner­tibkan truk pasir agar tak melakukan aktivitas ber­samaan dengan jam si­buk warga.

“Ini harus ditertibkan karena selain membuat war­ga terganggu aktivitas truk-truk tersebut juga telah membuat jalan-jalan sekitar juga menjadi rusak,” ung­kapnya.

Tak hanya meminta agar dilakukan penertiban ter­hadap truk pengangkut pasir dan tanah yang lalu lalang di daerahnya, sebagai warga Kuranji, Arslan juga ber­harap persoalan pembe­basan tanah yang terjadi dalam pembangunan jem­batan Kuranji bisa segera diselesaikan.

“Jika pembebasan lahan bisa dilesaikan, pemba­ngunan jembatan Kuranji tentunya juga bisa segera dituntaskan, sehingga ke­macetan juga bisa diurai,” pungkasnya.

Hal senada juga disam­paikan oleh warga Belim­bing Rahmad (29). Menurut Rahmad, ia sering terlambat datang ke tempat kerja dika­renakan terhadang macet mulai dari Simpang Tiga jembatan Kuranji hingga ke Simpang by pass Belimbing.

“Diharapkan memang ada penertiban untuk truk-truk tersebut. Kalau bisa, saat jam sibuk warga akti­vitasnya dihentikan,” tandas Rahmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komu­nikasi dan Informatika (Dis­hubkominfo) Kota Padang, Rudi Rinaldi saat dihubungi pada hari yang sama me­ngatakan, pihaknya telah melakukan pelarangan ter­hadap truk, agar jangan me­lewati simpang by pass Belimbing di saat jam sibuk warga, yakni pada pukul 6.00-8.00 pagi.

“Hal tadi juga berlaku untuk truk pengangkut pasir yang datang dari dalam, atau dari arah simpang tiga jem­batan Kuranji. Jika dike­tahui ada yang melakukan pelanggaran, masyarakat silakan laporkan pada kami. Dan, kalau ada yang me­nemukan petugas kami, itu akan langsung ditilang,” tegas Rudi. (h/mg-len)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM