Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi


Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Kendati demikian, tukuk Kapolres, Kabupaten Pa­sa­man yang memiliki hutan yang luas dan sulit dipantau, berpotensi besar dijadikan sebagai ladang ganja oleh pengusaha barang haram itu. “Inilah yang harus kita was­padai, masyarakat harus tahu gerak-gerik orang-orang yang memasuki kawasan hu­tan dan peladangan me­reka. Apa­lagi orang itu jarang-jarang masuk ke daerah tersebut,” ujar AKBP Agung.

Indikasi potensi hutan Pasaman dijadikan sebagai ladang ganja, sudah ada in­­dikasi dengan ditemukannya dua batang ganja di pemu­kiman warga, di tanah peku­buran. Selain itu, informasi adanya ladang ganja di bukit di Kecamatan Rao Selatan, yang waktu itu polres pasaman gagal mengungkap karena kehilangan jejak.

Kasat Narkoba AKP Jo­han­nes Lubis menam­bah­kan, BB yang diamankan seperti disebutkan, terjadi dalam 15 laporan polisi dengan 19 orang tersangka. “Tidak ada tunggakan kasus narkoba ini, semua dalam proses. Dari 15 LP itu, tinggal 5 LP lagi yang dalam proses kepolisian dan belum diserahkan ke kejak­saan,” ujar AKP Johannes.

Kata AKP Johannes, se­mua ganja yang diamankan di Pasaman, berasal dari Penya­bungan Kabupaten Madina Provinsi Sumut. Lain halnya dengan sabu-sabu, informasi banyak yang terputus dari pengedar utama dengan pe­nge­dar lokal yang ditangkap.

Selama penangkapan gan­ja itu, sudah 5 unit mobil roda empat dan 4 unit motor roda dua, yang digunakan oleh para pelaku untuk mengangkut ganja dari penyabungan ke wilayah Sumbar.

Para tersangka, kata Jo­han­nes, kebanyakan adalah pengangguran, ada juga swasta dan mahasiswa. Untuk pere­daran ganja dan sabu-sabu di Lubuksikaping, sebagai pusat Kabupaten Pasaman, pun terus dikembangkan. “Satu orang masih DPO yang didu­ga pengedar yang memasok ganja dan sabu-sabu untuk wila­yah lubuksikaping dan sekitarnya,” terangnya.

Kasus pengungkapan kasus narkoba terakhir, sebanyak 8 paket kecil sabu-sabu diaman­kan dari tangan tersangka S (21)  di kediamannya di Keca­matan Tigo Nagari, Ka­bu­paten Pasaman pada Selasa (30/12) sore. S adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Pa­dang. Dari informasi S, diburu pula nama FN (23) menetap di Kinali Pasaman Barat pada malam harinya, dan diaman­kan 4 kg ganja kering, 1 tim­bangan dan motor merk vario tanpa plat nomor. (h/col)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,28 Juli 2017 - 18:16:59 WIB

    383 JCH Agam Diberangkatkan Menuju Embarkasi Padang

    383 JCH Agam Diberangkatkan Menuju Embarkasi Padang AGAM,HARIANHALUAN.COM- Ratusan Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Agam diberangkan menuju embarkasi Padang Jum'at (28/7). Keberangkatan JCH dibagi dua tempat, Agam wilayah barat diberangkatkan di Kantor Kementerian Agama Kabup.
  • Jumat,28 Juli 2017 - 14:04:23 WIB

    Pertamina: :Musim Haji, Permintaan Avtur di BIM Meningkat 25 Persen

    Pertamina: :Musim Haji, Permintaan Avtur di BIM Meningkat 25 Persen PADANG, HARIANHALUAN.COM –Dalam mendukung kelancaran keberangkatan haji. Pertamina membantu melalui Depot Pengisian Pesawat Udara ( DPPU ) Bandara Internasional Minangkabau siap layani penerbangan haji tahun 2017..
  • Kamis,20 Juli 2017 - 14:18:18 WIB

    Jalan Lubuk Selasih-Kerinci Segera Diperbaiki

    Jalan Lubuk Selasih-Kerinci Segera Diperbaiki SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Solok Selatan (Solsel) lakukan rapat terbatas dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Dirjen Bina marga terkait kondisi kerusakan akses jalan na.
  • Rabu,19 Juli 2017 - 12:08:25 WIB

    Napak Tilas Bagindo Aziz Chan, Tangkal Radikalisme dengan Mengenang Pahlawan

    Napak Tilas Bagindo Aziz Chan, Tangkal Radikalisme dengan Mengenang Pahlawan PADANG, HARIANHALUAN.COM—Mengenang perjuangan pahlawan bukan hanya menumbuhkan semangat patriotisme dan kecintaan terhadap negara, tetapi juga bisa menangkal radikalisme yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyaraka.
  • Rabu,19 Juli 2017 - 11:18:02 WIB

    Orang Minang Dianggap Lupa Beradaptasi

    Orang Minang Dianggap Lupa Beradaptasi PADANG, HARIANHALUAN.COM—Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menilai orang Minang tertinggal di pentas nasional karena melupakan pasar, pendidikan, dan surau. Sejumlah tokoh di Sumatera Barat menanggapi dan menerjemahkan penilaian.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM