Kamis, 30 Oktober 2014
Riau & Kepri
Dirut PT BLJ Ditahan PDF Cetak Surel
Kamis, 30 Oktober 2014 01:49

TERLIBAT KORUPSI RP300 MILIAR

BENGKALIS, HALUAN — Kejaksaan Negeri Bengkalis, akhirnya menahan Direktur Utama PT Bumi Laksamana Jaya, “YA”. Penahanan dilakukan kamis (29/10) sekitar pukul 16.30 WIB. YA ditahan terkait dugaan tindak pidana korupsi penyertaan modal Pemkab Bengkalis senilai Rp300 miliar tahun 2011, untuk pembangunan PLTGU di Mandau.

Dari pantauan di Gedung Kejari Bengkalis, Ya tampak keluar dari dalam keadaan bercucuran keringat. Ia langsung masuk ke mobil tahanan dan langsung diantara ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bengkalis. Tanpa berkomentar, YA langsung bergegas masuk ke mobil tahanan.

 
Loading Test Siak III Gagal Lagi PDF Cetak Surel
Kamis, 30 Oktober 2014 01:48

PEKANBARU, HALUAN — Untuk kedua kalinya, rencana loading test (uji beban) Jembatan Siak III kembali batal digelar. Kali ini, hal itu disebabkan Standar Operational Prosedure uji beban tersebut belum siap secara keseluruhan. Seharusnya, rancangan kerja itu disusun tim ahli dari Ke­menterian Pekerjaan Umum.

Seperti dirilis sebelumnya, sesuai rencana awal, uji beban Jembatan Siak III tersebut seharusnya dilaksanakan pada 26 Oktober kemarin. Namun rencana itu batal karena tim ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berhalangan hadir. Rencana selan­jutnya, uji beban akan digelar Rabu (29/10) kemarin. Namun lagi-lagi rencana itu batal, karena belum siapnya SOP untuk pelaksanaan uji beban tersebut. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan uji beban akan dilaksanakan.

 
Riau Merasa Dilecehkan PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Oktober 2014 01:36

SUMBER DAYA DIKURAS, PERHATIAN MINIM

PEKANBARU, HALUAN—Polemik seputar tidak masuknya putra Riau dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi, terus menggelinding bak bola salju. Kebijakan tersebut, oleh masyarakat Riau dinilai sebagai salah satu bentuk lain dari minimnya perhatian pemerintah pusat.

Ketua DPRD Riau, Suparman, mengaku kecewa dengan tidak adanya putra Riau yang masuk dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK. Tidak hanya itu, selama ini pihaknya menilai jika perhatian pusat terhadap Riau masih sangat minim. Kondisi itu, diakui sangat tak sebanding dengan apa yang telah diberikan Riau untuk Indonesia.

 
Penyidik KPK Periksa 3 Wanita PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Oktober 2014 01:35

KASUS ANNAS MAAMUN TERUS MENGGELINDING

PEKANBARU, HA­LU­AN­— Setelah melakukan peme­rik­saan terhadap Plt Guber­nur Riau (Gubri), Arsya­djuliandi Rachman dan Asisten II Setdaprov Riau pada Senin (27/10), penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memeriksa tiga orang wani­ta, yang merupakan pega­wai di PT Duta Palma.

Dari pantauan Haluan Riau (grup Haluan), ketiga saksi yang tidak diketahui nama dan jabatannya terse­but mendatangi komplek Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, Selasa (28/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Ketiganya langsung masuk ke Ruang Catur Prasetya SPN Pekanbaru, untuk menjalani pemeriksaan.

 
Warga Riau Marah Tak Dapat Jatah Menteri PDF Cetak Surel
Selasa, 28 Oktober 2014 02:26

PEKANBARU, HALUAN — Kebijaksanaan Presi­den Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menetapkan para menteri yang duduk di kabinetnya, menim­bulkan rasa kecewa mendalam bagi masya­rakat Riau.

Hal itu disebabkan, tidak ada satu pun putra Bumi Lancang Kuning yang dipercaya duduk dalam kabinet. Hal itu dinilai sangat tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan Riau selama ini kepada Indo­nesia, khususnya dari sumber daya alam. Tidak hanya itu, Riau juga memiliki SDM yang pantas dan mumpuni untuk dipercaya menjabat sebagai menteri.

 
Diperiksa Empat Jam, Dicecar 15 Pertanyanaan PDF Cetak Surel
Selasa, 28 Oktober 2014 01:41

PLT GUBRI PENUHI PANGGILAN KPK

PEKANBARU, HALUAN — Setelah memeriksa sejumlah pejabat dan staf di lingkungan Pem­prov Riau, Senin (27/10), giliran Plt Gubernur Riau (Gubri), Arsya­djuliandi Rachman yang diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemeriksaan terhadap Arsya­djuliandi yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu, sekaitan dengan kasus suap dan korupsi alih fungsi lahan, Gubernur Riau non aktif , Annas Maamun.

 
Penyidik Periksa Saksi Ahli Kemendagri PDF Cetak Surel
Selasa, 28 Oktober 2014 01:40

KETUA DPRD BENGKALIS TERSANGKA

PEKANBARU, HALUAN—Untuk mendalami kasus du­gaan korupsi penyimpangan dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Bengkalis yang telah menyeret nama Ketua DPRD Bengkalis sebagai tersangka, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres­krimsus) Polda Riau juga telah melakukan pemeriksaan terha­dap saksi ahli dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Senin (27/10). Dikatakan, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mendalami proses penganggaran bansos. “Kita butuh keterangan saksi ahli terkait dengan penganggaran. Karena yang mengatur terkait bansos, ada dalam peraturan Kemendagri,” ujar Guntur.

 
UMK Anambas Diusulkan Rp2,1 Juta PDF Cetak Surel
Senin, 27 Oktober 2014 02:03

NAIK 20 PERSEN

TAREMPA, HALUAN — Dewan Pengupahan Kabupaten Kepulauan Anambas, akhirnya menemukan kata sepakat untuk mengusulkan nilai Upah Minimun Kabupaten/ Kota (UMK) tahun 2015 mendatang sebesar Rp 2.118.000,- kepada Gubernur Kepri.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) dan Jaminan Sosial (Jamsos) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Anambas, Safari Amin, nilai tersebut naik 20% dari nilai UMK tahun 2014 yang hanya sebesar 1.765.000,-.

 
Warga Desak Kapolda Riau PDF Cetak Surel
Senin, 27 Oktober 2014 02:02

KASUS DUGAAN IJAZAH PALSU WABUP ROHIL MENGENDAP

PEKANBARU, HALUAN — Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan, diminta untuk segera menuntaskan kasus dugaan ijazah palsu Wakil Bupati Rohil, Erianda dan Ketua KPUD Rohil, Azhar Syakban yang saat ini mengendap.

Hal ini dikatakan Tokoh Masya­rakat Rokan Hilir, Amirullah, Minggu (26/10). Dikatakannya, saat ini masyarakat Rokan Hilir menanti hasil penyidikan Polda Riau tentang benar tidaknya Wakil Bupati Rokan Hilir, Erianda, menggunakan ijazah palsu. Jika benar, penyidik Polda Riau diminta untuk segera melimpahkannya ke Kejaksaan.

 
Mantan Kadishut Riau Dicecar Soal RTRW PDF Cetak Surel
Jumat, 24 Oktober 2014 02:27

LAGI, PEJABAT PEMPROV DIPERIKSA KPK

PEKANBARU, HALUAN — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menge­rucutkan proses penyidikan terkait dugaan suap alih fungsi lahan dengan tersangka Gubernur Riau (Gubri) non aktif, Annas Maamun, dan pengusaha Gulat Medali Emas Manurung. Kamis (23/10), giliran mantan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf yang menjalani pemeriksaan.

Oleh penyidik KPK, Zulkifli dicecar sejumlah pertanyaan terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RT­RW) Provinsi Riau. Seperti hari sebelumnya, peme­riksaan yang dilakukan KPK digelar di Ruang Catur Prasetya, Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru. Sejak pagi, pemeriksaan sudah berlangsung dengan meminta keterangan dari beberapa orang saksi, yaitu 3 orang karyawan PT Citra Hokiana Triutama, dimana Edison Marudut Siahaan selaku Dirut, sudah masuk dalam daftar cekal KPK.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL