Rabu, 05 Agustus 2015
Laporan Utama
Masa Depan Kepariwisataan Tanggung Jawab Bersama PDF Cetak Surel

Dibandingkan dengan musim libur lebaran tahun lalu, tingkat kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata Sumbar pada tahun 2015 ini, tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Selain Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Sawah­lunto, Tanah Datar dan be­berapa daerah lainnya, gra­fik kunjungan mencolok juga terlihat di Kabupaten Pesisir Selatan.

 
Sekolah Negeri Diminta Tidak Egois PDF Cetak Surel

PERBANDINGAN JUMLAH PENERIMAAN SISWA MENCOLOK

Tahun ajaran baru telah berlalu. Sejak beberapa waktu lalu, para orang tua sibuk mencarikan sekolah terbaik untuk buah hati mereka. Sekolah negeri, menjadi tujuan utama dengan impian anak bisa mendapat pendidikan yang layak.

Benar saja, setiap tahun ajaran baru sekolah negeri selalu dibanjiri pendaftar, baik yang berada di dalam rayon maupun di luar rayon. Namun, ada yang ter­lu­pakan yaitu keberadaan sekolah swasta.

 
Selamat Datang Perantau Minang PDF Cetak Surel

Lebaran selalu menjadi momentum penting bagi para perantau Minang. Hanya pada saat Lebaran itulah mereka dapat pulang ke kampung halaman, berkumpul dengan seluruh sanak saudara, serta melupakan sejenak hiruk pikuk dan kebisingan hidup di kota-kota besar.

Dampak pulang basamo perantau ke ranah Minang, tentunya juga memberikan berkah tersendiri bagi kam­pung halaman. Ribuan, bah­kan jutaan perantau yang pulang kampung pada Idul Fitri ini, tentu akan menjadi potensi besar yang harus dikelola secara maksimal. Transformasi dan spirit ker­ja keras, harus lebih diuta­makan daripada hanya seke­dar “menunggu” umpan.

 
Ribuan Hektare Sawah di Sumbar Kekeringan PDF Cetak Surel

KEMARAU PANJANG, GAGAL PANEN MENGANCAM

Cuaca panas yang memicu terjadinya kemarau panjang di sejumlah daerah di Sumbar sejak beberapa waktu terakhir, mulai memberikan ancaman serius bagi masyarakat di Ranah Bundo. Tidak hanya ancaman kebakaran hutan dan lahan, ratusan petani juga terancam mengalami gagal panen, akibat keringnya lahan persawahan mereka.

Seperti halnya petani di Padang, Pesisir Se­latan, Agam dan Tanah Datar. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Saiyo, Sungai Sapih, Kota Padang, Syam­suir (63) mengatakan, usia tanaman padi mereka yang saat ini masih berkisar 30 sampai 60 hari masa tanam, terancam gagal panen. Pa­salnya, padi yang ditanam di atas lahan seluas 25 hektare itu, tidak mendapatkan air yang cukup.

 
Ibarat Dua Sisi Mata Uang PDF Cetak Surel

MERCON DAN RAMADAN

Ibarat dua sisi mata uang, bulan Ramadan dan maraknya pedagang mercon di sepanjang jalan dan kawasan pasar, seperti menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Meski pihak terkait sudah mewanti-wanti melalui pendekatan humanis, dan telah pula dibarengi dengan serangkaian aksi penertiban, namun mata rantai peredaran jenis mainan berbahaya itu, seperti tak ada putusnya.

Dari pemberitaan Haluan yang dirangkum sejak sepekan terakhir, tampak jelas jika rangkaian aksi penertiban telah rutin dilakukan aparat terkait. Namun yang namanya mercon, tetap saja meledak memekakkan telinga, mengganggu ketenangan masyarakat dan bahkan terindikasi menjadi salah satu penyebab terjadinya musibah kebakaran, seperti halnya yang terjadi di Kota Padang, Sabtu (20/6) sekitar pukul 19.45 WIB lalu.

 
Dudukkan Kembali Konsep Babaliak ka Surau PDF Cetak Surel

RAUDAH TAIB, KETUA BUNDO KANDUANG SUMBAR

Tak teraplikasinya konsep babaliak ka surau yang selama ini sering didengung-dengungkan, mendapat tanggapan dari kalangan Bundo Kanduang. Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Raudah Taib, Jumat (19/6) mengatakan, ia menilai salah satu hal yang membuat pencanangan babaliak ka surau sulit terlaksana adalah, karena konsep yang belum duduk.

“Harus jelas, yang dimaksud babaliak ka surau itu apa? Apakah kembali ke surau secara fisik dengan bentuk mengunjungi bangunan surau, atau meimplementasikan ajaran-ajaran yang ada di agama Islam,” ucapnya.

 
Ziarah Makam Hingga Tradisi Potang Balimau PDF Cetak Surel

BERSIH-BERSIH JELANG RAMADAN

Marhaban ya Ramadan. Bulan suci sudah di depan mata. Dalam hitungan hari, umat Islam di seluruh penjuru dunia dan Sumatera Barat khususnya, akan larut dalam suka cita me­nyambut kehadiran bulan penuh magfirah itu.

Sejumlah tradisi yang sudah menjadi turunan masyarakat Minang, juga telah mulai dilakukan. Se­perti ziarah kubur, manjalang mintuo dan tentunya potang balimau, yang nantinya akan berpuncak sehari jelang 1 Ramadan 1436 H.

 
Musim Mudik dan Musim Perbaikan Jalan PDF Cetak Surel

Jelang masuknya musim mudik lebaran, pe­nger­jaan perbaikan dan pembenahan infra­struktur jalan, seperti menjadi sebuah pe­man­dangan yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Fenomena klasik yang seperti sudah menjadi “tradisi” ini, nyaris akan selalu ditemui setiap tahun. Tentu tidak hanya di Sumatera Barat, namun juga hampir di seluruh daerah di tanah Pertiwi ini.

Ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain­nya, perbaikan infra­struktur jalan selalu saja ada di setiap tahun dan ber­barengan de­ngan datangnya musim mu­dik. Lantas, ba­gai­mana se­benar­nya kualitas jalan-jalan di Sumatera Ba­rat dan Indo­nesia pada umumnya?

 
Pasak dan Tiang Harus Diseimbangkan PDF Cetak Surel

ATASI GALAU DI BULAN JUNI

Fluktuasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tak menentu sejak beberapa bulan terakhir, membuat hampir sebagian besar masyarakat kalimpasiang. Terlebih bagi para orang tua siswa, yang tentunya saat ini tengah disibukkan dengan persiapan menghadapi tahun ajaran baru 2015-2016, persiapan menghadapi ma­suknya bulan Ramadan dan tentunya menyongsong lebaran Idul Fitri 1436 H.

Kekhawatiran para orang tua, khususnya bagi me­reka yang memiliki anak-anak di bangku se­kolah, tentu sangat bera­lasan. Yang jelas saja, ke­naikan harga BBM sudah barang pati akan diikuti oleh kenaikan harga ke­butuhan pokok, jasa, bea dan tarif, serta ke­nai­kan biaya lainnya. Di­tam­bah lagi dengan masuknya ta­hun aja­ran baru, persiapan menghadapi puasa dan tentunya lebaran.

 
Keluarga Benteng Penting Atasi HIV/AIDS PDF Cetak Surel

Hari ini, 1 Desember 2013, seluruh penghuni di berbagai belahan dunia ini memperingati Hari AIDS sedunia. Sebuah hari yang ditetapkan sebagai momen untuk mengingat akan baha­yanya penyakit yang hingga kini belum dite­mukan obatnya itu.

AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.

Bunn dan Netter me­nyam­paikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgog­ram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menye­tujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

 
Belum Terlambat untuk Dipulihkan PDF Cetak Surel

MANINJAU SAYANG, MANINJAU MALANG

PRESIDEN pertama RI, Ir Soekarno,  sempat menuangkan kekagumannya  kepada keindahan danau Maninjau   dengan menulis  sebuah pantun yang berbunyi   “Jika makan arai pinang, makanlah dengan sirih yang hijau, jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau.”

Sungguh, banyak yang  menggagumi sekaligus mencintai   keindahan alam danau Maninjau. Dari presiden hingga rakyat badarai,  dari   wisatawan dalam  hingga luar negeri.   Tapi, itu dulu.

Semua kini hanya tinggal kenangan. Keindahan danau Maninjau  sudah terbenam  di dasar danau.

Kini  keberadaan  danau Maninjau sebagai aset luar biasa dalam pengembangan pariwisata belum bisa maksimal. Perencanaan yang buruk menyebabkan menjamurnya keramba jaring apung sehingga lingkungan Danau Maninjau tercemar.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL