Sabtu, 01 November 2014
Haluan Padang
2015, Sekolah di Padang Tak dapat DAK PDF Cetak Surel
Kamis, 30 Oktober 2014 02:16

PADANG, HALUAN — Se­jumlah sekolah tingkat dasar dan menengah yang masih membutuhkan perbaikan di Kota Padang, pada tahun 2015 men­datang terpaksa bersabar jelang sekolahnya diperbaiki. Jelang akhir tahun, seluruh SD dan SMP belum mendapatkan ban­tuan dana alo­kasi khusus (DAK) baik dari APBD pro­vinsi maupun APBN. Berbeda dengan SMA/SMK yang memperoleh DAK untuk ketiga kalinya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata sangat menyesalkan Padang yang tidak mendapatkan bantuan DAK tahun ini. Padahal saat ini Pemerintah Provinsi Sumbar menggalakkan bantuan keuangan khusus bagi sejumlah sekolah di Sumbar.

 
Penertiban Dinas Pasar dan Satpol PP Lebih Tegas PDF Cetak Surel
Kamis, 30 Oktober 2014 02:16

PADANG, HALUAN — Petugas Dinas Pasar dan Satpol PP Padang kembali menertibkan barang dagangan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Raya Padang, Rabu (29/10). Penertiban kali ini dilakukan di Fase 3, Fase 5 dan Fase 6. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) terpilih, Janir Wardi juga ikut terjun.

Dalam penertiban, petugas berhasil menyita banyak barang-barang mulai dari patung-patung, tas, ikat pinggang, meja-meja, baju, sandal dan barang lainnya untuk segera diamankan di kantor Satpol PP Padang.

 
Satpol PP Tunggu Surat BPMP2T PDF Cetak Surel
Kamis, 30 Oktober 2014 02:15

PADANG, HALUAN — Satpol PP Kota Padang tidak bisa sendirian menertibkan cafe yang tidak berizin. Saat ini pihaknya menjalin kerjasama de­ngan Ka­pol­sek, Muspika, serta camat dimana cafe berdiri. Satpol PP memberikan tenggat waktu dalam satu bulan ini.

Alasan Satpol PP untuk menjalin kerjasama tersebut sesuai dengan prosedur operasio­nal Satpol PP yang harus disertai dengan surat pengadu­an atau permintaan dari pihak terkait. Surat tersebut akan dibawa saat beroperasi.

 
Jalur KA ke Kayutanam Segera Diaktifkan PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Oktober 2014 02:04

PADANG, HALUAN — Se­telah cukup lama tidak diope­rasikan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar, berencana akan mengaktifkan kembali jalur lintasan Kereta Api (KA) Padang-Kayutanam, awal 2015 mendatang. Hal terse­but sekaitan dengan akan dibu­kanya layanan khusus angkut­an puzzolan (bahan baku semen, red), dari Kayutanam Kab. Padang Pariaman untuk tujuan PT Semen Padang di Indarung.

“Dalam waktu dekat ini memang akan segera dilaku­kan MoU antara PT Semen Padang dengan PT KAI Sumbar, untuk penyediaan angkutan bahan baku se­men dari Kayutanam ke Inda­rung. Jika kerjasama ini terwujud, maka Insya Allah jalur Padang-Ka­yutanam sudah akan kem­bali beroperasi pada awal 2015 menda­tang,” kata Kepala PT KAI (Persero) Divre II Sumbar melalui Pelakhar Manager Hukum & Humasda, Pendri kepada Haluan, Selasa (28/10).

 
KPU Masih Bingung Soal Anggaran PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Oktober 2014 01:52

DESEMBER, TAHAPAN PILGUB SUMBAR DIMULAI

PADANG, HALUAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Suma­tera Barat, dijadwalkan sudah akan memulai tahapan pelak­sanaan Pilgub Sumbar awal Desember 2014 men­datang. Sementara hingga saat ini, KPU justru mengaku masih belum mengetahui besaran anggaran yang akan dikucurkan untuk pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan Gubernur Sumbar periode 2015-2020 itu.

Ketua KPU Sumbar, Amnasmen menyebutkan, seiring dengan tengah diran­cangnya persiapan dari berbagai tahapan pelak­sanaan Pilgub Sumbar, pihaknya berharap adanya dukungan dan keseriusan Pemprov dan DPRD Sumbar, khususnya dalam pengang­garan pelaksanaan Pilgub 2015 mendatang.

 
Diduga PNS Huni Rusunawa PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Oktober 2014 01:52

PADANG, HALUAN – Pendataan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Purus,  yang selama ini meresahkan warga Kota Padang akhirnya mendapati titik terang. Diduga peng­huninya kebanyakan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Padang, yang se­harus­nya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepala Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB), Afrizal BR saat ditanyai Haluan, Selasa (28/10), sepertinya agak menutup-nutupi. Ia mengatakan, dari dua blok yang ada di Rusu­nawa Purus, semuanya sudah terdata. Hasil pen­data­an terdapat dugaan penyalahgunaan penyewaan.

 
Trotoar Dikuasai PKL dan Tak Terawat PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Oktober 2014 01:50

PADANG, HALUAN — Trotoar di Kota Padang sebagian besar tidak terawat dan dikuasai pedagang kaki lima (PKL). Padahal, trotoar mempunyai arti penting bagi pejalan kaki, penyeimbang jalan raya dan memperindah bentuk kota. Namun, untuk tahun 2014 Kota Padang belum fokus untuk trotoar.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang menganggar­kan perbaikan trotoar yang digabung dengan drainase sebesar Rp2,5 miliar. Na­mun, tahun 2014 Dinas PU fokus kepada perbaikan drainase saja, dengan alasan drainase rusak merupakan faktor utama penyebab banjir.

 
Retribusi Capai Rp13 Ribu, PKL Semakin Merajalela PDF Cetak Surel
Rabu, 29 Oktober 2014 01:49

PADANG, HALUAN — Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Raya Padang mem­bayar retribusi atau beo mencapai Rp13 ribu, pa­dahal membayar hanya sekitar Rp3 ribu. Pemungu­tan beo ter­sebut dilakukan petugas Dinas Pasar dua kali sehari.

Salah seorang PKL mai­nan yang memiliki lapak ukuran 3x3 meter, Maman mengaku pembayaran retri­busi tersebut dilakukan dengan ancaman. Jika tidak membayar sesuai dengan yang diminta, maka tidak diizinkan berdagang.

 
Kabinet Baru Bawa Optimisme PDF Cetak Surel
Selasa, 28 Oktober 2014 02:33

Kabinet baru di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla membawa optimisme. Namun tantangan ke depan sangat berat.

PADANG, HALUAN — Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla yang 60 persennya didominasi oleh kalangan pengusaha menimbulkan sikap optimisme pengusaha. Penilaian ini dikemukakan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumatera Barat Asnawi Bahar. Dia optimis kabinet ini akan mampu  membawa perubahan  bagi per­ekonomian Indonesia.

 
Penyebaran Dokter Belum Merata PDF Cetak Surel
Selasa, 28 Oktober 2014 02:30

TUNJANGAN MINIM

PADANG, HALUAN — Sekitar 2.400 dokter di Sumbar, baik dokter umum ataupun spesialis telah mengantongi izin praktik. Meski jumlah tenaga medis dokter sudah banyak dan tergolong mencukupi untuk memberikan pelayanan di tengah masyarakat, namun beberapa daerah terpencil seperti Mentawai dan daerah pelosok lain masih kekurangan tim medis.

“Penyebabnya tak lain, karena penyebaran dokter belum merata dan masih berpusat di daerah perkotaan,” tutur Sekretaris Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar dr Syafrudin Alun, yang ditemui Haluan Senin (27/10).

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL