Selasa, 16 September 2014
DPRD Sahkan Perda Kawasan Tanpa Rokok PDF Cetak Surel
Jumat, 14 Oktober 2011 01:16

BUKITTINGGI, HALUAN—Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, DPRD Kota Bukittinggi akhirnya mensahkan diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perda yang merupakan inisiatif DPRD Bukittinggi tersebut, diterima secara bulat oleh anggota DPRD Bukittinggi yang hadir dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Bukittinggi, Kamis (13/10).

Seiring dengan disahkannya perda KTR, dalam rapat paripurna siang itu juga disahkan dua Ranperda lain, menjadi Perda. Yakni Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bukittinggi Tahun 2011-2015 dan Perda Penanaman Modal.

Dalam laporan hasil pembahasan yang dibacakan oleh juru bicara DPRD Kota Bukittinggi, M. Nur Idris menyebutkan, ada delapan kawasan tanpa rokok yang ditetapkan sebagai tempat tidak boleh merokok. Yakni tempat sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat sarana olah raga.

“Jadi perda KTR itu mengatur kawasan tanpa rokok. Bukan melarang orang untuk merokok. Karena dasar pertimbangan lahirnya KTR karena amanat UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 pasal 115 ayat (2) yang menyatakan pemko wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya,” terang Ketua Komisi A DPRD Bukittinggi ini usai paripurna.

Dalam Perda KTR diatur peran serta masyarakat untuk pembentukan KTR. Disamping itu, perda KTR juga mengatur sangsi administratif dan ketentuan pidana. Besaran denda pidana berkisar antara Rp50 ribu sampai Rp10 juta bagi pelanggaran perda KTR. Dalam laporan DPRD yang dibacakan politisi PAN tersebut, menyebutkan bahwa perda KTR mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Khusus tentang ketentuan pidana dalam perda KTR mulai berlaku tanggal 1 Januari 2013.

“Jadi dengan disahkannya dalam paripurna ini maka mulai saat ini perda KTR sudah diberlakukan. Namun untuk ketentuan sanksi pidana dalam perda KTR akan dilakukan mulai 1 Januari 2013,” ujar Idris yang membacakan laporan hampir dua jam tersebut. (h/jon)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy