Minggu, 01 Maret 2015
Bandara Indragiri Resmi Beroperasi PDF Cetak Surel
Kamis, 05 May 2011 00:41

TEMBILAHAN, HALUAN — Bupati Inhil, Dr H Indra M Adnan meresmikan  penerbangan reguler perdana jasa angkutan udara di Bandara Indragiri, Selasa (3/5).

Kerja sama Pemkab Inhil dengan maskapai penerbangan Merpati Air line untuk tahap awal penerbangan dari Tem­bilahan-Batam PP  hanya dengan biaya Rp 500 ribu sekali jalan.

Sebelum membuka secara resmi penerbangan dari Tem­bilahan-Batam, Bupati didam­pingi Kadishub Inhil, HM Thaher serta sejumlah pejabat lainnya terlebih dahulu me­nyambut kedatangan penum­pang dari Batam-Tem­bilahan beserta Dirut PT Pem­bangunan Pra­sarana Sumut (PPS), Syaifullah Harahap dan rom­bo­ngan. Bah­kan, dari tujuh pe­num­­pang yang berada di atas pesawat Merpati foker 50 dari Batam, diantaranya terlihat Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf RTS Manoppo beserta istri. Kedatangan Dandim lang­sung disambut hangat Bupati Inhil. “Saya tadi pagi dengan istri dari Batam mau ke Pekanbaru, sesampai di bandara Hang Hadim Ba­tam, saya melihat ada pener­bangan ke Tem­bilahan. Awalnya saya tak percaya juga, tapi setelah ditanya memang benar, akhirnya saya dan istri balik ke Tembilahan naik Mer­pati. Sekitar 40 menit, dari Batam-Tembilahan,” kata Dandim kepada Haluan Riau menjawab kesan pertamanya naik pesawat ke Tembilahan.

Dalam sambutannya, Bu­pati mengaku sangat bahagia dan gembira, karena ke­inginan untuk meng­ope­rasikan fasilitas bandara Indagiri ini sudah terwujud, meskipun butuh waktu yang panjang. Bupati menceritakan bagaimana upaya Pemkab dalam melakukan kerjasama dengan sejumlah maskapai penerbangan yang berakhir gagal. Namun, kendala itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus mencari mas­kapai lain agar dapat be­kerjasama dengan Pemkab Inhil dalam meng­operasikan bandara Indra­giri ini. “Awal­nya kita sempat kerjasama dengan Ma­nunggal Air Line, bahkan pesawat ini sudah sempat mem­bawa jemaah haji kita ke Batam tahun lalu. Kemudian dengan Sky Avia­tion juga gagal. Mereka ingin ker­jasama de­ngan kita tapi minta disubsidi, dan saya menolaknya.  Untuk apa kita subsidi orang kaya. Dan akhir­nya kita bertemu dengan mana­jemen Merpati yang siap mela­kukan ker­jasama dengan Pem­kab dalam meng­ope­rasi­kan bandara ini tanpa adanya sub­sidi,” papar Bupati.

Guna melengkapi rute pe­ner­bangan dari bandara Indra­giri, dalam waktu dekat Pemkab Inhil berencana melakukan kerjasama dengan maskapai penerbangan Merpati di Pekan­baru untuk membuka rute Tembilahan-Pekanbaru-Jakarta.

Bupati Inhil, Dr H Indra M Adnan kepada haluan Riau, usai meresmikan penerbagan perdana Tembilahan-Batam di bandara Indragiri, Selasa (3/5). Bupati mengatakan, untuk merealisasikan kerjasama itu, pihaknya telah membentuk tim guna melakukan kerjasama dengan maskapai Merpati terse­but. “Kita targetkan awal bulan Juni nanti, rute Tem­bilahan-Pekanbaru sudah dibuka. Saat ini tim yang sudah saya bentuk terus melakukan ker­jasama dengan maskapai pener­bangan Merpati di Pekan­baru dan Jakarta,” kata Indra.

Dibukanya rute Tembilahan-Pekanbaru itu, lanjut Indra, sekaligus menjawab masukan dari masyarakat Inhil agar Pemkab juga membuka fasilitas pener­bangan ke Pekanbaru dan Jakarta. Apalagi, jumlah warga yang melakukan keberangkatan ke Pekanbaru dan Jakarta setiap minggunya cukup tinggi. “Ini juga menjadi tanggungjawab bagi pemerintah daerah guna me­wujudkan keinginan ma­syarakat agar rute Tembilahan-Pekan­baru-Jakarta dibuka juga selain rute Tembilahan-Batam yang sudah mulai berjalan pada hari ini,” kata Indra.

Indra mengakui, saat ini sejumlah fasilitas bandara belum selesai secara maksimal, seperti tempat parkir, pagar, jalan menuju bandara dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Tapi, dengan mulai ber­operasinya bandara, pihak­nya optimis kekurangan yang masih terlihat akan segera dileng­kapi. “Tahun ini kita kembali melanjutkan pem­bangunan jalan menuju ban­dara, tempat parkir dan fasi­litas pendukung lainnya. Inti­nya, dengan dibukanya pener­bangan ini, memberi pilihan bagi warga Inhil untuk berang­kat ke Batam, selain jalur darat dan laut,” kata Indra.

Indra optimis dengan dibu­kanya layanan publik ini, minat investor untuk menanamkan modalnya di Inhil semakin besar, karena akses menuju Negeri Seribu Jembatan semakin ber­tambah. Selain itu, juga mem­beri kemudahan bagi war­ga Inhil yang berada di Batam serta warga Inhil yang berangkat ke Batam dengan menggunakan fasilitas pesawat. “Biasanya, setiap hari ada tiga kapal speadboat berang­kat ke Batam. Ini membuktikan tingkat warga Inhil yang mau ke Batam setiap hari cukup besar. Saya optimis jasa pelayanan udara ini akan diminati warga Inhil,” kata Indra.

Dirut PT PPS, Syaifullah Harahap juga optimis kerjasama yang dilakukan pihaknya dengan Pemkab Inhil. Buktinya, pada penerbangan perdana, jumlah penumpang yang menggunakan jasa pelayanan Merpati Air Line Foker 50 cukup tinggi. Mas­kapai penerbangan Merpati Air line milik Pemprov Sumut ini me­miliki rute dari Medan-Dumai-Batam-Tembilahan.   “Kita berharap kerjasama ini saling menguntungkan, baik warga Inhil maupun pihak maskapai. Melihat tingginya animo warga, saya juga optimis kerjasama ini akan terus ber­lanjut,” katanya.

Kadishub HM Thaher men­jelaskan, untuk memperlancar pengoperasian bandara, pihak­nya juga bekerjasam dengan PT Indragiri Travel and Tour yang bertugas untuk penjualan tiket serta mengantarkan calon penum­pang dengan armada yang telah disiapkan. “Harga tiket Rp 500 ribu itu, ter­masuk jasa travel mengan­tarkan penumpang sam­pai ke bandara dari Tembilahan yang jaraknya sekitar 20 km. Jadi calon penumpang tak perlu lagi mengeluarkan ongkos dari Tem­bilahan sampai ke bandara, karena sudah ada mobil yang mengantarkan,” jelas Thaher seraya menambahkan pener­bangan reguler sekitar pukul 12.00 WIB menuju Batam setiap hari Selasa dan Jumat.(nal)