Sabtu, 25 Oktober 2014
Siswa MAN Kota Solok Batal Ujian Ilmu Tafsir PDF Cetak Surel
Rabu, 17 April 2013 02:48

UN HARI KEDUA DI SUMBAR

PADANG, HALUAN — Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Solok  di Kelurahan Simpang Rumbio terpaksa pulang lebih awal.  Mereka batal mengikuti Ujian Nasio­nal (UN) hari kedua, Selasa (16/4) kemarin untuk mata pelajaran Ilmu Tafsir, karena naskah soal mata pelajaran tersebut tidak kunjung datang.

Hari kedua pelaksanaan UN di MAN Kota Solok hanya untuk mata pelajaran Bahasa Inggris saja. Sedangkan untuk mata pelajaran Ilmu Tafsir terpaksa dibatalkan dan diundur sampai tanggal 22 April mendatang.

Sementara di SMK 2 Kota Solok, siswa  masih bisa melaksanakan ujian dengan baik meskipun pelak­sanaan UN di sekolah tersebut  terkendala dengan kuarangnya naskah soal ujian. Pihak panitia mengatasi  persoalan ini dengan memperbannyak naskah dengan cara memfotocopy dan mengundur pelak­sanaan ujian selama 20 menit.

Walikota Solok,Irzal Ilyas Dt Lawik Basa mengatakan,secara umum pelaksanaan UN berjalan lancar, sekalipun ditemui banyak kendala yang akhirnya dapat diatasi dengan baik oleh panitia.

Ia menyontohkan,dalam menga­tasi kekurangan soal, pihak panita memperbanyak naskah dengan cara memfotocopy. Cara itu dibolehkan sepanjang pelaksanaannya dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Begitu juga dengan kebijakan mengundur pelaksanaan ujian karena naskah soal datang terlambat.

Tak Dapat Soal

Pelaksanaan UN tingkat SLTA sederjat di Kabupaten Pasaman Barat hingga hari kedua kemarin berjalan aman dan lancar. Hanya saja, tiga sekolah Madrasyah Aliyah belum juga mendapatkan soal.

Kepala Dinas Pendidikan Kabu­paten Pasaman Barat, Pramana Yose kepada Haluan kemarin di Simpang Ampek mengatakan, tidak ada kendala yang cukup berarti setelah dua hari pelaksanaan UN di Pasbar, kecuali tiga sekolah MA tidak adapat soal ujian yakni Madrasah Aliyah Kajai, MA Lem­bah Melintang dan MA Air Bangis yang tidak dapat soal sama halnya dengan yang terjadi secara nasional. Memang soal itu benar yang tidak datang dari percetakan atau pusat.

Ia mengatakan, untuk SMA tidak mengalami masalah, begitu juga dengan SMK. Tingkat keha­diran peserta UN pun sangat baik. Tercatat hari pertama UN hanya 1 peserta asal SMK yang tidak hadir dengan alasan sakit. Semen­tara hari kedua semuanya hadir, baik SMK, MA dan SMA.

“Kita tetap mendesak pusat agar segera mengirim soal, jangan pula nanti pas jadwal ujian susulan soal belum datang juga,” ujarnya.

Bukittinggi Lancar

Hari kedua pelaksanaan UN di Kota Bukittinggi berjalan aman dan lancar. Jika pada hari pertama pelaksanaan UN ditemui kekura­ngan 70 berkas soal, namun pada hari kedua tidak ditemukan kesala­han, baik dari sisi pendis­tribusian soal, lembar jawaban komputer, dan yang lainnya.

“Alhamdulillah pelaksanaan UN hari kedua di Kota Bukittinggi berjalan lancar, dan tidak menemui kendala sedikitpun. Saya juga tidak menerima laporan adanya kendala UN pada hari kedua,” ujar Wali­kota Bukittinggi Ismet Amzis setelah melakukan pantauan UN di SMAN 1 Bukittinggi dan MAN 2 Bukittinggi, Selasa (16/4).

Menurut Ismet, persoalan keku­ra­ngan berkas soal pada hari pertama bisa diantisipasi dengan cara melihat dan menghitung jumlah soal sebelum dibawa ke ruang ujian, sehingga jika terjadi lagi kekurangan soal, bisa diantisi­pasi dengan cara memfotokopinya secara cepat tanpa mengganggu aktivitas peserta UN.

Ia juga berharap, kesalahan kecil tersebut tidak mempengaruhi mental siswa, sehingga target mendapatkan nilai tertinggi dan terbaik untuk hasil UN 2013 ini bisa kembali diraih Kota Bukit­tinggi, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Ketua DPRD Kota Bukit­tinggi Rachmat Aris yang berkun­jung ke SMKS Muhammadiyah dan SMKS Kosgoro, juga menga­takan bahwa pelaksanaan UN hari kedua berjalan sesuai dengan kondisi yang seharusnya, dan para siswa melaksanakan ujian secara tertib, serta tidak ditemukan pelanggaran yang perlu ditindak secara tegas.

Dijelaskannya, setiap sekolah juga telah mematuhi peraturan Badan Standar Nasional Pendi­dikan (BSNP) tentang prosedur operasional standar ujian nasional, terutama pengawas bidang studi tidak diizinkan datang ke sekolah ketika mata pelajaran yang diajar­kan diujikan pada siswanya, karena hal itu dapat menimbulkan kecu­rigaan bocornya kunci jawaban ujian nasional.

Untuk Kota Bukittinggi, peserta UN tahun 2013 ini untuk tingkat SLTA sederajat di Kota Bukit­tinggi, baik dari sekolah negeri maupun swasta, diikuti sebanyak 3.772 siswa, yang tesebar di 22 SLTA sederajat yang ditunjuk sebagai lokasi ujian, dengan diawasi 472 pengawas.

Dalam pelaksanaan UN 2013 ini, ada beberapa sekolah yang digabung, diantaranya SMA Taruna Bangsa ke SMAN 1, SMA Xaverius ke SMAN 2,MA Al-Ma’arif dan MA Baiturridwan ke MAN 1, MA Madinatul Munawarah ke MAN 2, serta SMK Paramitha ke SMKN 2. (h/eri/dka/wan)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy