Kamis, 24 Juli 2014
Suami Bunuh Istri PDF Cetak Surel
Senin, 08 April 2013 00:57

SETELAH BERTENGKAR

PADANG, HALUAN — Pem­bunuhan dalam keluarga kem­bali terjadi di Kota Pa­dang. Kali ini, seorang perem­puan ditemukan tewas ber­sim­bah darah dalam kondisi pisau belanti tertancap di bagian dada sebelah kanan­nya.

Peristiwa ini terjadi di halaman Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, Jalan Pramuka I No. 13 C, Kecamatan Padang Utara, Minggu (7/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Mayat tersebut diketahui iden­titasnya bernama Mira (35) warga Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Diduga korban ini dibunuh oleh suaminya sendiri berinisial “M” (49), yang juga staf BPM Sumbar.

Adanya peristiwa ini, sontak mengundang keramaian warga sekitar. Puluhan warga berdatangan melihat korban yang dalam posisi terlentang di depan Mushala BPM, samping mobil operasional BPM plat merah dengan nomor polisi BA7210 BN.

Ramainya warga yang berda­tangan ke lokasi kejadian ini membuat kewalahan anggota polisi untuk melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP). Maka dari itu, petugas terpaksa mengusir puluhan warga yang berdatangan  ke lokasi agar melihat di luar gerbang BPM Sumbar.

Setelah lokasi dibersihkan dari kerumunan warga, kemudian petu­gas SPKT Polresta Padang dan Polsek Padang Utara memasang garis police line pas di depan pintu masuk gedung BPM Sumbar.

Informasi yang diperoleh Haluan di lokasi menyebutkan, sebelum peristiwa ini terjadi diperkirakan korban bersama dengan pelaku datang ke lokasi kejadian. Kemudian korban dengan suaminya ini terjadi pertengkaran hingga ke belakang gedung BPM Sumbar. Disanalah, korban ini ditusuk dengan pisau belati milik pelaku. Belati ditancap­kan ke bagian dada sebelah kanan Mira.

Setelah penusukan itu, pelaku langsung melarikan diri, dan korban pun sempat mengejar pelaku dengan kondisi pisau masih tertancap di dada sebelah kanan, serta darah berceceran. Namun karena keha­bisan tenaga, maka korban berce­lana shot panjang warna hitam ini tersungkur di samping mobil operasional BPM Sumbar.

Tak lama kemudian, masyarakat sekitar menghubungi pihak kepo­lisian untuk memberitahukan adanya pembunuhan di lokasi. Dari informasi itu, jajaran Polresta Padang, dan Polsek Padang Utara tiba di lokasi kejadian.

Kepala BPM Sumbar Suher­manto Raza terlihat menghubungi salah seorang melalui telepon genggamnya di lokasi kejadian, yang menyebutkan kalau ada “M” meng­hubungi agar disuruh menyerahkan diri ke pihak berwajib. Sebab, setelah kejadian tersebut, “M” ini tidak berada di kantor. Padahal “M” ini tengah piket untuk menjaga kantor.

Kanit Identifikasi Polresta Padang AKP Saridin mengatakan, dari hasil olah TKP terlihat pelaku menusukkan pisau sangkur yang biasa dipakai security. Diduga pelaku pembunuhan itu adalah suami korban sendiri, dimana korban merupakan istri kedua dari pelaku.

“Dugaan sementara pisau terse­but milik suami korban. Dimana hasil keterangan dari Kepala BPM Sumbar Suhermanto Raza, kalau suami korban ini merupakan pega­wai BPM yang merangkap bekerja sebagai penjaga gedung,” kata Saridin. Dijelaskannya, di lokasi pihak­nya mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau, dua buah helm, satu buah tas yang berisi uang dan satu unit handphone, serta satu unit sepeda motor jenis Honda Fit X dengan nomor polisi BA 4801 BZ warna hitam.

Kepala BPM Sumbar Suher­manto Raza menyebutkan, kejadian ini baru diketahui oleh seorang pegawainya ketika dihubungi. Mendapatkan kabar itu, dia lang­sung mendatangi lokasi kejadian.

“Saya tidak mengetahui, kalau korban ini merupakan istri kedua dari “M”. Saya hanya mengetahui istri “M” ini bernama Neti, dan itu yang terdaftar di BPM,” katanya.

Suhermanto mengaku belum pernah melihat wajah istri pelaku tersebut sebelumnya.  Suhermanto mengharapkan kepada “M” agar bisa mendatangi kantor polisi untuk bisa memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan ini.

“Apabila dia pelakunya, kami meminta kepada M agar bisa menye­rahkan diri ke polisi dan menye­lesaikan kasus ini sesuai hukum yang berlaku,” harap Suher­manto.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris BPM Sumbar Diana Desi Putri, dia juga tidak menge­tahui apa hubungannya dengan “M” ini. Tapi sebelum kejadian ini terjadi, dulu saat hujan lebat pernah korban ini bersama anaknya datang ke kantor mencari “M”.

“Saat itu, “M” ini tidak ada di kantor dan tidak bertemu dengan­nya. Namun, saya tidak tahu apa hu­bu­ngannya dengan korban,” jelas­nya.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Iwan Ariyandhi didampingi Kanit I SPKT Ipda Dedi Antonis mengungkapkan, kasus pembu­nuhan ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui siapa tersangkanya.

Sementara saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut, telah dibawa ke Mapolresta Padang untuk dimintai keterangannya. “Saksi yang mengetahui kejadian tersebut, langsung kita larikan ke Mapolresta Padang untuk mengung­kap kasus pembunuhan ini. Dugaan sementara kami mengarah pelaku­nya “M” yang merupakan suami korban sendiri,” ungkapnya. (h/nas)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy