Kamis, 24 April 2014
Rencana Pembangunan Jalan Tol Menguat Lagi PDF Cetak Surel
Rabu, 10 Oktober 2012 02:13

PADANG, HALUAN — Rencana pembangunan jalan tol memang sempat tertunda, karena disebabkan Konsorsium Konsultan PT Jasa Marga meminta Pemprov Sumbar ikut sebagai pemegang saham. Sementara hal itu tidak mungkin dilakukan. Namun kini rencana tersebut menggeliat kembali setelah adanya calon investor yang akan menanganinya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada Haluan Selasa (9/10), di Padang mengatakan, pembangunan jalan tol sudah masuk dalam perencanaan pembangunan Sumbar ke depan dan diakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan agenda prioritas pengembangan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Program jalan tol sudah masuk dalam RPJMD kita, tidak ada yang keliru. Saat ini kita terkendala karena pihak investornya minta kita sebagai pemegang saham. Itu tidak mungkin kita lakukan. Tetapi kita akan lanjutkan lagi jalan tol ini karena ada investor yang akan masuk,” terang Irwan.

Asisten II Bidang Ekbang dan Kesra Setdaprov Sumbar, Syafrial yang dihubungi terpisah menjelaskan, saat ini salah satu investor yang berniat menangani jalan tol di Sumbar adalah Asia Foundation. Mereka sudah melakukan penjajakan dan pembahasan intensif  tengah dilakukan.

“Investor yang satu ini menawarkan pinjaman lunak pada kita, seperti kita membangun jalan Padang By Pass dulu dengan pinjaman lunak dari Korea. Dan mudah-mudahan  berjalan lancar,” terang Syafrial.

Pada prinsipnya, Pemprov Sumbar tentu akan memilih investor yang menguntungkan bagi daerah. Siapa pun investornya tak jadi masalah. Dalam kasus ini, agaknya berkaca juga pada perdebatan pembukaan penerbangan langsung Padang-Singapura antara memilih Garuda yang minta disubsidi dengan Mandala yang menawarkan tarif yang lebih murah.

“Kita tentu akan memilih investor yang akan menguntungkan kita. Bila memang Asia Founda­tion serius memberikan pinjaman lunas, kita akan jalin kerjasama dengan mereka,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Konsorsium Konsultan PT Jasa Marga menilai keuntungan yang diperolehnya dari jalan tol ini, masih minim. Mereka minta Pemprov Sumbar ikut sebagai pemegang sahamnya, sementara hal itu tidak dapat dilakukan.

Dari kajian yang dilakukan pihak konsultan disimpulkan, data perjalanan dari ruas jalan Padang By Pass menuju Sicincin kelayakan ekonominya hanya dengan IRR 11,75 persen, sementara Jasa Marga menghendaki  kelayakan ekonomi IRR itu 14 persen agar diperoleh keuntungan. Dengan kondisi ini terdapat delta 3 persen.

Untuk mengurangi delta 3 persen ini sehingga menjadi layak, perlu dicarikan beberapa alternatif. Setidaknya ada 3 alternatif masing-masing mengajak PT Semen Padang sebagai pemegang sahamnya atau penyertaan modal dengan produk semennya. Sementara Pemprov Sumbar sendiri tidak mungkin ikut penyertaan modal. Alternatif kedua, mengembangkan kawasan atau wilayah yang comitted di sekitar jalan tol, seperti kawasan industri dan pertambangan. Pengembangan kawasan tujuan wisata juga dilakukan.

“Soal tol ini kayaknya bakal tertunda lagi, karena kita tengah mengkaji kelayakan ekonominya dan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah penerimaan jalan tol meningkat diluar pendapatan dari mobil pribadi,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno waktu itu.

Rencana pembangunan jalan tol muncul, menyusul semakin seringnya terjadi kemacetan di jalur Padang-Bukittinggi dan Bukittinggi-perbatasan Riau sejak beberapa tahun terakhir. Pengguna ruas jalan antar provinsi ini begitu padat, yang terdiri dari truk, bus dan angkutan lainnya. Jalur ini merupakan jalur vital Sumbar-Riau. Barang kebutuhan pokok nasyarakat Riau yang didatangkan dari Sumbar mayoritas melalalui jalur ini. Jika sempat terjadi gangguan, maka harga kebutuhan pokok di Riau langsung  meroket. Hal ini tak bisa dibiarkan terus-menerus. (h/vie)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: