Sabtu, 26 Juli 2014
Biro Perjalanan Dilarang Berangkatkan Jemaah PDF Cetak Surel
Kamis, 02 Februari 2012 02:47

TAK KANTONGI IZIN KEMENAG

PADANG, HALUAN — Kabid Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Japeri Jarap mene­gaskan, biro perjalanan tidak bisa memberangkatkan jemaah untuk umrah, jika tidak me­ngantongi izin dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Ini diatur dalam keputusan Dirjen Bimas Islam dan Penye­lenggaraan Haji dan Umrah,” katanya ketika menjadi saksi ahli, pada sidang lanjutan dugaan penggelapan dana umrah dengan terdakwa Direktur utama dan Komisaris PT Al-Haram Islamic Wisata Herman, dan Nofianty di Pengadilan Negeri (PN) Pa­dang, Rabu (1/2).

Japeri menegaskan, biro perjalanan wisata dapat menye­lenggarakan umrah setelah ada izin dari kementerian agama, yang sebelumnya harus menga­jukan terlebih dahulu reko­mendasi kepada Kanwil Kemen­terian Agama setempat. “Jika ti­dak ada izin, maka biro ber­sang­­kutan telah menyalahi prosedur,” tegas Japeri di hada­pan hakim Budi Susilo beserta anggota Jamaluddin dan Ka­mijon.

Biro perjalanan wisata yang tidak mengantong izin maka dike­nakan sangsi administrasi hingga pencabutan izin­nya. “Na­mun, pertim­bangan sangsi ini diberi­kan oleh pusat, bukan Kanwil di daerah,” kata­nya.

Sebab, untuk proses penye­leng­garaan umrah sampai saat ini dilak­sanakan oleh pusat, dan belum diserahkan ke­pada daerah. “Kecuali untuk penyelenggaraan haji, prosesnya sudah diserahkan ke daerah,” jelasnya lagi.

Untuk pembe­rang­katan yang dilak­sana­kan PT Al Haram Isla­mic Wisata, menurut Japeri terdak­wa sebe­lumnya pernah men­janjikan akan mem­berikan reko­mendasi tersebut kepada Kanwil Kemenag Sumbar. Na­mun Japeri tidak tahu apakah rekomendasi sudah dipenuhi PT Al Haram Islamic Wisata.

“Karena untuk umrah ini semuanya tanggung jawab dari biro perjalanan. Namun demikian terlebih dahulu harus dapat re­komendasi dari dinas pari­wisata setempat serta reko­mendasi dari kanwil kemen­terian agama setempat,” tutur Japeri.

Sementara itu, Efitiardi, PNS Dinas Pariwisata Kota Padang yang dihadirkan sebagai saksi, dalam keterangannya, mengata­kan izin operasional dari PT Al-Haram Islamic Wisata telah berakhir sejak 25 Januari 2011 lalu.

Terkait PT Al-Haram Islamic Wisata yang sudah mengurusi perpanjangan izinnya, namun sampai saat ini belum diproses, Japeri mengatakan perusahaan ini belum bisa memberangkatkan jemaah jika belum mengantongi perpanjangan izin. “Untuk pengu­rusan ini sekarang berada di KP2T. Jika izin itu belum ada, maka yang bersangkutan belum boleh melakukan kegiatan usa­hanya,” tegasnya.

Untuk memproleh izin dalam penyelenggaraan umrah, biro perjalanan wisata harus mengu­rusi izin administrasi terlebih dahulu. Selain itu biro juga harus mendapatkan rekomendasi dari Kemenag. Tentang perizinan itu, diatur dalam Perda Nomor 4 Tahun 2004 tentang penyeleng­garaan izin usaha pariwisata. “Biro yang sudah habis izinnya, diberi teguran,” tuturnya.

Tapi dia mengaku tidak ingat apakah sudah memberikan teguran kepada PT Al Haram Islamic. “Karena yang kita urus itu banyak, jadi saya tidak ingat pasti. Tapi yang jelas biasanya kita melakukan monitoring. Jika biro itu izinnya mau habis, kita langsung menegur agar diper­panjang,” lanjutnya.

Sementara itu saksi meri­ngankan (ade-charge) Rinaldy, seorang PNS yang berhasil dibe­rangkatkan umrah oleh PT Al Haram Islamic Wisata, men­jelaskan, bahwa dia men­daf­tarkan diri untuk umrah melalui PT Al Haram Islamic Wisata sekitaran Januari 2011. Dan mendapat jadwal berangkat pada 2 Maret 2011. Namun, karena keterlambatan penge­luaran VISA, jadwal ke­berangkatan terpaksa diun­dur hingga 13 Maret 2011. “Saya mengetahui informasi VISA terlambat keluar ini dari terdakwa. Namun dari tanggal 2 Maret 2011 kami, diinapkan di Asrama Haji hingga tanggal 12 Maret 2011 tanpa menambah beban biaya sedikitpun,” jelasnya.

Kendati demikian, dia tetap diberangkatkan PT Al Haram Islamic Wisata. Ber­samaan dengan dia itu. Ada sekitar 300 orang lagi yang sama-sama diberangkatkan umrah oleh PT Al Haram Islamic Wisata. “Tapi saya tidak tahu apakah mereka itu dari periode yang mendaftar dengan saya atau tidak,” katanya. (h/dla)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy