Kamis, 23 Oktober 2014
FPI Hadir di Sumbar PDF Cetak Surel
Senin, 16 Januari 2012 03:16

FPI RIAU MUHIBAH KE MMI BUKITTINGGI

BUKITTINGGI, HALUAN — Ketua Front Pembela Islam (FPI) Provinsi Riau, Zul Huzni Domo Datuak Bagindo Sati, bersama sejumlah rombongan melakukan muhibah atau kunjungan ke Markaz Lajnah Pimpinan Daerah (LPD) Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Bukittinggi, Minggu (15/1) kemarin.

Kunjungan yang dilakukan FPI Provinsi Riau ke Markaz MMI Bukittinggi, selain untuk bersilaturahim sesama saudara kandung yang fokus dalam pene­gakan amar makruf nahi mung­kar di Indonesia, FPI Provinsi Riau juga membawa mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI, untuk pembentukan cabang FPI Provinsi Sumbar yang diren­canakan berpusat di kota Jam Gadang itu. Dalam mandat FPI Provinsi Sumbar tersebut, jaba­tan ketua atau amir, diama­nahkan kepada Abu Ja’far yang saat ini menjabat ketua bidang di salah satu departeman dalam MMI Kota Bukittinggi.

Kedatangan Ketua FPI Provinsi Riau dan rombongan disambut hangat Ketua MMI Bukittinggi Abu Zaki dan Abu Umar selaku komandan laskar MMI Bukittinggi serta puluhan anggota MMI lainnya di Markaz MMI di jalan Perintis Kemerdekaan.

Dalam pidatonya, Ketua FPI Provinsi Riau Zul Huzni Domo Datuak Bagindo Sati menga­takan, dalam penegakan amar makruf nahi mungkar, organisasi FPI bukanlah organisasi bera­liran keras seperti yang sering ditayangkan media massa. Karena setiap aksi yang dilakukan FPI ke lapangan dalam memberantas maksiat selalu melalui empat prosedur hukum.

Pertama, seluruh tindakan yang dilakukan harus ada surat masuk atau laporan masyarakat secara tertulis ke FPI untuk menumpas sebuah kemaksiatan yang meresahkan umat. Kedua, setelah surat masyarakat diterima, FPI melaporkan hal itu kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini pemerintah dan polisi.

Ketiga, surat yang sama juga dilayangkan kepada pengusaha atau aparat yang membeking kemaksiatan dimaksud. Keempat, jika tiga prosedur diatas tak diindahkan, maka FPI langsung turun ke lapangan untuk menumpasnya sendiri serta dengan cara FPI sendiri.

“Jadi, selama ini media hanya memberitakan aksi kekerasan FPI saja. Tapi prosedur yang telah kami lalui tak pernah di publikasikan. Sehingga ada segolongan orang yang mengang­gap kami brutal. Padahal tidak sama sekali. Apa yang kami lakukan adalah perintah Allah dalam menegakan amar ma’ruf nahi mungkar dan permintaan masyarakat yang resah dengan kemaksiatan disekeliling mere­ka,” tegas Zul Huzni menjelaskan sekelumit tentang perjuangan FPI selama ini.

Ketua MMI Bukittinggi Abu Zaki didampingi komandan laskarnya Abu Umar menga­takan, apa yang dilakukan FPI sama persis dengan apa yang dilakukan MMI dalam pene­gakan syariat. Tapi bendera dan nama organisasi saja yang berbeda.

Abu Zaki menceritakan, baru-baru ini atas laporan dan per­mintaan masyarakat, MMI ber­sama MUI Bukittinggi mela­kukan aksi damai dan tausyiah ke bar hotel Pusako yang di dalamnya diduga sarat dengan aksi maksiat. “Kota Bukittinggi ini adalah kota wisata. Dan tidak bisa tidak, aksi maksiat terselu­bung banyak terjadi di Bukit­tinggi. Maka kami bertindak sesuai dengan permintaan masya­rakat,” katanya.(h/jon)

Comments (2)Add Comment
0
...
written by string, Maret 03, 2013
Saya sangat mendukung kehadiran FPI di Sumbar utk memberantas maksiat terutama dikawasan Bukit Lampu Bungus, PDG.
Btw, klo boleh tahu dimanakah kantor DPW Padang..?
0
...
written by string, Januari 17, 2012
Tidak ada yang salah dengan kehadiran FPI di Sumbar, yang perlu diingat masyarkat Minang bertumpu kepada akal budi (otak), bukan otot

Write comment

busy